Connect with us

Berita

Strategi Integrasi Ekonomi Desa

Published

on

Gampongaceh.com-Jakarta. Presiden Joko Widodo secara khusus menggelar rapat terbatas integrasi ekonomi desa (24/9). Urgensinya menguatkan bantalan desa menampung arus balik pekerja kota yang tersapu PHK semasa pandemi Covid-19.

Sepanjang April-Juni 2020, ekonomi pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap tumbuh 2,62 persen. Sementara industri pengolahan secara umum terkontraksi -0,11 persen, ternyata khusus industri makanan dan minuman masih naik 0,52 persen. Inilah jenis industri pengolahan yang tersambung langsung dengan bahan baku komoditas dari desa. Sehingga, fokus meningkatkan usaha petani, pekebun, dan nelayan di 74.766 desa berpeluang menjaga berjalannya produksi Indonesia.

Langkah Teknis

Perihal integrasi ekonomi sejak lama selesai disepakati pada tataran konsep. Yang mendesak saat ini langkah teknis di lapangan guna menguatkan dampak pembangunan desa bagi warga dan pendatang urban.

Pertama, mengingat telunjuk Presiden pra rapat justru terarah kepada para menteri, merujuk PP 47/2015 integrasi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat diletakkan ke pundak Kemendesa PDTT. Teknik penerapannya di lapangan membutuhkan amunisi berupa data detail desa berikut contoh keberhasilannya.

Sejak menduduki kursinya, Menteri Desa PDTT menggarap data desa yang komplet, dinamis, dan berkelanjutan. Data tahunan 74.953 desa terbangun sejak 2017: profil desa, perencanaan pembangunan, dan penggunaan dana desa. Kini ditambah kompilasi data potensi ekonomi, ekologi, dan sosial. Sedang dilengkapi pula data tahunan pada level rukun tetangga dan level keluarga. Data lebih dari 400 ribu RT diperlukan pemerintah desa kala menentukan titik pembangunan. Informasi 30 juta lebih keluarga desa memastikan manfaat dan dampak pembangunan diterima warga yang paling berhak.

Badan Pengembangan dan Informasi yang baru dibentuk Kemendesa PDTT menjadi penghulu integrasi seluruh informasi desa. Saban tahun telah disiapkan rekomendasi asimetris yang unik bagi masing-masing desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional (idm.kemendesa.go.id).

Kemendesa PDTT juga mengompilasi beragam contoh keberhasilan desa, kawasan perdesaan dan transmigrasi, Bumdes dan Bumdesma, serta prestasi warga. Bahwa informasi teladan-teladan itu kurang bergema ke ruang publik mengabarkan urgensi menyajikan ulang secara lebih sederhana, gampang diakses, dan selalu mengandung informasi terbaru.

Kedua, integrasi informasi kegiatan dan anggaran berlokus desa asal Kemenkeu. Kegiatan dari segenap kementerian dan lembaga terlapor ke Kemenkeu, bahkan setahun sebelum dijalankan, dalam wujud Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga. Karena berbasis elektronik, mudah memilah kegiatan berlokus desa dari semua kementerian dan lembaga agar diintegrasikan dengan pusat data APBDes di Kemendesa PDTT. Secara deduktif diperkirakan Rp 500 triliun anggaran kementerian dan lembaga mengarah ke desa saban tahun (tujuh kali lipat Dana Desa 2020).

Ada baiknya diregulasikan pula tahap konsultasi proposal kegiatan kementerian dan lembaga itu dengan Kemendesa PDTT. Tujuannya, mengintegrasikan lokus desa dan pemanfaatan keluarga secara tepat, rigid, cepat, dan holistik ke seluruh Indonesia.

Ketiga, integrasi rencana anggaran dan belanja daerah untuk desa. Setiap akhir tahun, seluruh pemda wajib menyerahkan RAPBD untuk ditelaah Kemendagri. Guna menjalankan arahan Presiden, perlu diatur agar dalam proses ini Kemendesa PDTT disertakan menguji usulan pemda dengan lokus-lokus prioritas desa yang unik di setiap provinsi dan kabupaten. Dalam proses ini, sekaligus minimal 10 persen APBD untuk Alokasi Dana Desa bisa ditelaah. Saat ini nilainya Rp 31 triliun per tahun, padahal berpotensi lebih dari dua kali lipat.

Pemberdayaan Warga

Keempat, mengintegrasikan pemberdayaan warga desa, terutama pada aspek ekonomi mikro, kecil, dan menengah. Bumdes dan Bumdesma menjadi organisasi ekonomi publik yang mudah terintegrasi: 40.898 Bumdes dan 252 Bumdes Bersama telah mengajukan registrasi, segera diikuti kewajiban melapor keuangan mingguan, 14.045 Bumdes telah menjalankan kegiatan bersama perbankan, 126 Bumdes berkolaborasi dengan marketplace.

Tahun ini Bumdesma baru dibentuk dengan mengalihkan organisasi simpan pinjam Program Pemberdayaan 1998-2014, yang mengelola dana bergulir Rp 12,7 triliun di 5.328 kecamatan. Dalam proses ini pemerintah bersalin peran menjadi enabler agent. Melalui registrasi dan pelaporan keuangan mingguan, kesehatan tiap Bumdes mudah terbaca secara berkelanjutan. Data yang disimpan, diolah, dan disajikan Kemendesa PDTT sejatinya merupa wajah Bumdes, sehingga memudahkan pemerintah dan LSM membinanya. Pihak swasta pun mudah memilah Bumdes sehat dan potensial untuk investasi yang menguntungkan.

Kelima, berkhidmat pada keberlanjutan dampak. Seluruh kegiatan dan anggaran diukur hanya menurut dampak yang diinginkan maupun terwujud, meninggalkan prestasi menghabiskan anggaran. Ini mengharuskan monitoring kontinyu, tiap hari, dari desa ke desa. Selama ini Kemendesa PDTT menekuninya dengan menelepon perangkat desa tiap pagi, kiriman laporan pendamping tiap sore, ditambah analisis harian media massa maupun media sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Berikan Bantuan Bola Volly Untuk Pemuda Gampong Cot Girek Kandang, Kapolres Lhokseumawe Berpesan Untuk Terus Mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.

Published

on

By

Gampongaceh.com-Lhokseumawe. Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.IK, M.H memberikan bantuan bola volly kepada  kepada pemuda Gampong Cot Girek Kandang
Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe sebagai bentuk dukungan kegiatan olahraga pemuda Senin (26/10/20).

Dalam kunjungan disela-sela kegiatannya Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.IK, M.H menyempatkan waktu untuk melihat secara langsung kegiatan positif pemuda gampong  yang setiap sore harinya berolahraga di lapangan volly Gampong Cot Girek Kandang.

Menurut pantauan media Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.IK, M.H turut memberikan bantuan Bola Volly kepada para pemuda dengan harapan dapat terus melakukan kegiatan positif seperti berolahraga dan tidak lupa pula Kapolres Lhokseumawe berpesan kepada Pemuda Gampong Cot Girek Kandang untuk terus mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 serta tetap menjaga Kamtibmas dalam kegiatan sehari-hari.

Danil selaku unsur perwakilan pemuda Gampong Cot Girek Kandang yang menerima bantuan secara simbolis tersebut mengucapkan ucapan terima kasih kepada Kapolres Lhokseumawe yang telah mendukung kegiatan olahraga pemuda setempat, ia juga siap mengajak unsur pemuda untuk terus mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 dalam kegiatan sehari-hari.

Continue Reading

Berita

Camat Muara Dua Terima Mahasiswa KKN Unimal Dan Harapkan Dapat Menggali Potensi Gampong

Published

on

By

Gampongaceh.com-Lhokseumawe. Camat Muara Dua Kota Lhokseumawe Heri Maulana, S.IP, M.S.M menerima mahasiswa/mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh. Penerimaan Mahasiswa KKN di Aula Kecamatan Muara Dua Rabu (21/10/2020).

“Alhamdulillah hari ini kami menerima sejumlah Mahasiswa Universitas Malikussaleh yang akan mengabdi di wilayah Kecamatan Muara Dua,” ungkap Camat Muara Dua Heri Maulana, S.IP, M.S.M saat penerimaan mahasiswa KKN.

Pada kesempatan tersebut secara ringkas Heri menyampaikan bahwa Kecamatan Muara Dua memiliki banyak potensi di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata serta seni dan budaya.

Camat berharap dengan adanya KKN mampu berdampak positif baik bagi para peserta, lembaga pendidikan, pemerintah dan masyarakat khususnya masyarakat di lokasi kegiatan. Heri Maulana juga mengatakan kepada kepada para mahasiswa untuk dapat beradaptasi dan dapat berbaur dengan masyarakat. Hal ini mengingat dirasa amat penting agar semua program yang telah direncanakan oleh mahasiswa KKN dapat terealisasi.

Selain itu Camat berpesan peserta KKN dapat mengaktifkan kembali kegiatan keagamaan khususnya di kalangan remaja.

“Semoga peserta KKN dapat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal sebagai sebuah proses pembelajaran, untuk memahami berbagai masalah di masyarakat, dapat menggali potensi yang ada di gampong-gampong sehingga kedepan dapat membantu membuat program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Dana Desa yang dinilai cukup banyak” ungkap Heri Maulana, S.IP, M.S.M yang merupakan salah satu Camat termuda di Aceh.

Continue Reading

Berita

Program KOTAKU: Melawan Covid-19 Dengan Padat Karya Tunai

Published

on

By

Gampongaceh.com-Banda Aceh. PROGRAM Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR di Aceh pada tahun 2020 meliputi 438 gampong yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 26 gampong di antaranya memperoleh dana bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) masing-masing Rp 1 miliar yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakkat (BKM) yang ada di setiap Gampong.

Dana BPM tersebut merupakan dana stimulus yang akan dimanfaatkan untuk membangun berbagai prasarana permukiman dalam rangka penanganan dan pencegahan kawasan kumuh.

Saat ini, beragam kegiatan pengananan dan pencegahan kumuh sedang dilakukan masyarakat yang dikoordinir oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan didukung oleh pemerintahan gampong.

Program itu antara lain pembangunan jalan lingkungan, drainase lingkungan, akses air minum, persampahan, sanitasi, dan bahkan termasuk membangun rumah agar layak huni dan sarana pemadam kebakaran. Kegiatan itu tak hanya dibiayai dengan dana BPM KOTAKU, tapi juga kolaborasi dari berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam Masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat tetap melaksanakan pembangunan dalam pola padat karya dengan tetap melengkapi alat pelindung diri sesuai dengan standar minimal protokol Kesehatan dengan mengunakan Masker dan pengukuran suhu tubuh setiap Pagi dan sore hari, Pekerja terlihat cukup bersemangat dan antusias untuk ikut terlibat dalam kegiatan program KOTAKU. Bagi warga masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi, Program KOTAKU menerapkan pola Padat Karya Tunai dalam melaksanakan kegiatan infrastruktur pemanfaatan dana BPM.

Bidang-bidang pekerjaan yang dapat menampung tenaga kerja yang banyak, diupayakan sedapat mungkin untuk tidak menggunakan peralatan mesin atau alat berat, sehingga warga yang mengalami kehilangan mata pencaharian akibat terdampak wabah Corona mendapat kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan.

Menurut data dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) Program KOTAKU, selama ini proses pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik Skala Lingkungan maupun Skala Kawasan sudah dapat menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 884 orang dan sudah menyerap biaya tenaga kerja sebesar Rp 6,6 miliar.

Sumber: serambinews.com

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 gampongaceh.com