Connect with us

Dana Desa

Tingkat Pengawasan Dana Gampong

Published

on

Gampongaceh.com-Banda Aceh. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Selasa 13 Oktober 2020, memvonis lima tahun penjara kepada Ilmastin (40), Pj Keuchik (Kepala Desa) Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, yang terbukti menyelewengkan dana desa, antara lain dipakai untuk melancong ke Malaysia.

Dalam persidangan, Ilmastin yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) itu mengakui sudah menghabiskan ratusan juta rupiah Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Matang Ulim Tahun 2017 untuk keperluan pribadi.

Menurut hakim di dalam persidangan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Karenanya, majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Ilmastin lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta, subsidair tiga bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 362 juta setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Terdakwa memang masih bisa mengambil dua kali langkah hukum lagi terhadap putusan itu, Yakni banding ke pengadilan tinggi, dan jika juga belum puas masih bisa mengajukannya ke Mahkamah Agung.

Ilmastin merupakan satu dari sekian banyak kepala desa atau keuchik di tanah air ini yang harus meringkuk di balik jeruji besi gara-gara mengorupsi atau menyelewengkan dana desa. Di Aceh sudah ada belasan bahkan puluhan keuchik yang harus berurusan dengan pihak berwajib terkait penggunaan dana desa yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Yang menarik lagi, sama dengan Ilmastin, ada beberapa keuchik yang melarikan diri ke luar negeri, khususnya Malaysia untuk menghindari ringkusan pihak kepolisian. Para keuchik yang kabur itu biasanya mengorupsi dana desa dalam jumlah besar, mencapai ratusan juta rupiah.

Kita berharap, dengan banyaknya keuchik yang sudah diseret ke meja hijau dan kemudian dipenjara, dapat menjadi pelajaran bagi para kepala desa lainnya yang kini sedang memegang kekuasaan di gampong-gampong. Hendaknya dana desa dikelola dan dimanfaatkan secara terbuka sesuai petunjuk dan kesepakatan dengan masyarakat desa.

Hasil riset ICW itu menyebutkan, modus korupsi dana yang berhasil terpantau adalah membuat rancangan anggaran biaya di atas harga pasar, mempertanggungjawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain, serta adanya pungutan atau pemotongan dana desa oleh oknum pejabat kecamatan atau kabupaten.

Modus lainnya antara lain membuat perjalanan dinas fiktif kepala desa atau jajarannya, penggelembungan pembayaran honorarium perangkat desa atau pembayaran alat tulis kantor, hingga membuat kegiatan atau proyek fiktif yang dananya dibebankan dari dana desa.

Faktor pendorong pelaku melakukan korupsi dana desa selain untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain juga untuk menutup ”biaya politik” yang dikeluarkan kepala desa saat menjabat dan menjelang proses pemilihan kepala desa. Faktor lainnya adalah tidak berjalannya fungsi badan permusyawaratan desa (BPD) dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa.

Maka, persoalan korupsi dana desa sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Jika tidak dilakukan pembenahan, akan muncul kecenderungan peningkatan jumlah aktor dan kerugian dari korupsi dana desa dari tahun ke tahun. Selain mendorong proses penegakan hukum terus berjalan, sedikitnya ada dua langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah meluasnya praktik korupsi dana desa. Pertama, upaya pencegahan melalui penguatan fungsi pengawasan. Kedua, pemerintah perlu mengevaluasi dan memperbaiki secara menyeluruh penyaluran dan pengelolaan dana desa. Nah!?

Sumber: serambinews.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dana Desa

Tercepat Salur Dana Desa Tahap 1 Tahun 2021, Keuchik Cot Girek Kandang Dapat Penghargaan Dari Gubernur Aceh

Published

on

By

Gampongaceh.com-Banda Aceh. Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Provinsi Aceh memberikan penghargaan kepada Gampong Cot Girek Kandang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe sebagai gampong penyaluran tercepat Dana Desa tahap 1 tahun 2021, tingkat Provinsi Aceh.

Penghargaan yang berupa sertifikat ini diserahkan langsung oleh Kepala DPMG Provinsi Aceh, Azhari, SE, MSi kepada Keuchik Gampong Cot Girek Kandang Tarmizi  bertempat di Hotel Grand Permata Hati Meuraxa Banda Aceh. Selasa (30/03/2021)

Keuchik Gampong Cot Girek Kandang, Tarmizi saat dimintai keterangannya oleh wartawan mengatakan bahwasanya penghargaan dari Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT sebagai Gampong yang tercepat dalam proses penyaluran dana desa tahap 1 tahun anggaran 2021 Se-Kota Lhokseumawe, oleh karena itu Gampong Cot Girek Kandang menjadi Gampong berprestasi yang mewakili Kota Lhokseumawe ke tingkat Provinsi.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur atas prestasi yang Gampong Cot Girek Kandang raih ini, penghargaan tersebut kedepan akan saya jadikan motivasi untuk terus bekerja secara prima demi kemaslahatan masyarakat Gampong”. Ujar Tarmizi

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan, atas nama Pemerintahan Gampong Cot Girek Kandang dirinya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mendukung atas prestasi dan pecapaian yang ia peroleh saat ini.

“Prestasi dan penghargaan ini mustahil saya raih sendiri, ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari aparatur Gampong Girek Kandang, Tuha Puet, Tuha Lapan, Imum Gampong, Pemuda Gampong serta unsur masyarakat lainya secara umum yang terus bersinergi hingga saat ini”. Tambah Tarmizi

Tarmizi menuturkan, dengan menjadi Gampong tercepat dalam penyaluran dana desa tahap 1 tahun 2021 , sehingga Dana Desa tersebu dapat dengan cepat dipergunakan di Gampong sesuai dengan program dan kegiatan yang tertuang dalam APBG gampong dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. *(Khairul Umam S.H)

Continue Reading

Dana Desa

Muslim DPRA Desak Cek Mad Harus Muncul Ke Publik Terkait Berbagai Persoalaan Di Aceh Utara

Published

on

By

Gampongaceh.com-Banda Aceh. Anggota DPRA Muslim Syamsuddin ST MAP mendesak Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib (Cek Mad) agar muncul dan tampil di hadapan publik secara terbuka untuk menjelaskan berbagai persoalan masyarakat yang saat ini muncul di Kabupaten Aceh Utara, salah satunya terkait Perbup Nomor 3 Tahun 2021 Tetang Alokasi Dana Gampong.

Peraturan Bupati tersebut mengatur tentang gaji/penghasilan tetap aparatur gampong yang dipangkas mencapai 75% (tujuh puluh lima persen).

“Menyangkut dengan Perbub tentang ADG yang salah satu pasalnya mengatur terkaiy pemangkasan gaji aparatur gampong di Kabupaten Aceh Utara agar dipertimbangkan kembali dan secara tegas saya minta direvisi ulang dengan memasukkan segala tuntutan dan masukan dari masyarakat khususnya para aparatur gampong” Ujar Muslim

Selanjutnya Muslim Syamsuddin juga mendesak kepada Bupati Aceh Utara untuk mengalokasikan kembali Dana Pembinaan Majelis Ta’lim dan Anggaran Santunan Anak Yatim (Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat)

Politisi Partai SIRA ini berharap kepada Bupati Aceh Utara agar segera duduk bermusyawarah dengan seluruh elemen masyarakat mencari solusi yang terbaik terkait persoalan tersebut.

“Bupati Aceh Utara agar menyikapi berbagai persoalan ini dengan pikiran jernih dan mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, jika Perbub tersebut dinilai merugikan masyarakat maka secara tegas saya desak Bupati Aceh Utara untuk membatalkan peraturan tersebut”. Tegas Muslim

Muslim Syamsuddin juga berharap kepada seluruh masyarakat khususnya aparatur gampong yang saat ini terus berjuang menyuarakan aspirasinya agar tetap bergerak pada koridor hukum, dimana masyarakat diberikan hak dan ruang didalam perundangan-undangan untuk memberikan masukan dan kritikan terhadap pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat secara umum.

Continue Reading

Dana Desa

Mantan Geusyiek Alue Buket Lhoksukon Ditahan Atas Dugaan Korupsi Dana Desa.

Published

on

By

Gampongaceh.com-Lhoksukon. Tim penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Utara mengamankan tersangka berinisial S atas dugaan melakukan korupsi dana Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, Rabu (6/10/20).

Dana desa tanhun anggaran 2017 saat tersangka menjabat sebagai geusyiek Gampong Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Bedasarkan informasi yang di terima penangkapan itu di lakukan sekira pukul 09 sebagai saksi, selama menjalani pemeriksaan beberapa jam, sehingga bedasarkan bukti permulaan jaksa penyidik menetapkan S sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaaan Negeri Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi, S.H., M.H mengatakan “Benar pihak nya telah mengamankan satu orang tersangka berinisial S atas Kasus dugaan melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa,”

“Bedasarkan bukti permulaan yang cukup sehingga tim Jaksa penyidik dengan Pasal yang di sangka kan kepada tersangka denggan Pasal 2 Ayat 1 subsider 3 Juntho 18 ayat 1 huruf B Ayat 1, 2, 3 U No 31 tahun 1999 sebagai mana di ubah dan di tambah UU no 20 tahun 2021 tentang Tindak pidana korupsi,”. Ungkap Pipuk Firman.

Ditambahkan nya “Untuk sementara tersangka sudah kita titipkan di rumah tahanan Kelas 1 Aceh Utara,” Tutup Kajari.

Sumber: Nanggroe.net

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 gampongaceh.com